Tips Penggunaan Elpiji Rumah Tangga

Belakangan semakin ramai terjadinya ledakan yang melibatkan tabung elpiji. Tidak hanya ukuran 3 kg tetapi juga ukuran 12 kg. Mungkin pemberitaan yang tidak berimbang mengarahkan sumber ledakan pada tabung elpiji walau pada kenyataannya tidak demikian. Dari beberapa kasus penyebab ledakan adalah kebocoran baik melalui bagian dari regulator atau selang. Mungkin sedikit ada juga yang karena faktor fisik tabung itu sendiri. Yang paling sering penulis alami, kebocoran bersumber dari:

  1. Karet seal yang buruk, mengeras, atau pecar-pecah, sehingga pada saat regulator dipasang tidak dapat men-seal dengan baik sehingga gas bocor.
  2. Selang sudah tua dan pecah-pecah. Berbagai macam selang elpiji tersedia di pasaran dengan berbagai kualitas. Sederhananya, selang berharga murah kemungkinan kualitasnya tidak sebaik selang yang berharga mahal. Demikian juga usia pakainya yang kemungkinan lebih pendek.
  3. Grove yang tidak layak. Ini adalah cekungan untuk mengaitkan regulator ke tabung. Penulis pernah mendapatkan sebuah tabung 12 kg dengan groove yang sudah aus dan diganjal dengan isolasi pada saat diterima, dan kondisi tersegel dari penjual. Saat dipakai, regulator tidak dapat mengikat dengan baik sehingga terjadi kebocoran.

Tulisan ini tidak akan membahas siapa atau apa yang salah. Mari kita terapkan penggunaan elpiji yang aman untuk meminimalisasikan resiko. Saya katakan meminimalkan resiko karena bagaimanapun resiko selalu ada, tinggal usaha kita untuk menimilalisasinya. Berikut beberapa tips aman menggunakan elpiji di rumah tangga yang disadur dari www.esdm.co.id:

  1. Gunakan peralatan ELPIJI (tabung, kompor, regulator dan selang) sesuai standard (SNI).
  2. Kompor dan tabung ELPIJI ditempatkan di tempat yang datar dan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
  3. Idealnya ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke tempat aman mengingat berat jenis ELPIJI lebih berat dari udara maka apabila terjadi kebocoran ELPIJI akan berada di bagian bawah lantai dan pintu dapur harus terbuka.
  4. Selang harus terpasang erat dengan klem pada regulator maupun kompor.
  5. Tabung ELPIJI diletakkan menjauh dari kompornya atau sumber api lainnya dan harus diupayakan tidak terpapar panas.
  6. Pasang regulator pada katup tabung ELPIJI (posisi knob regulator mengarah ke bawah). Pastikan regulator tidak dapat terlepas dari katup tabung ELPIJI.
  7. Pastikan selang tidak tertindih atau tertekuk.
  8. Periksa kemungkinan kebocoran gas dari tabung, kompor, selang maupun regulatornya dengan cara membasuh dengan air sabun pada bagian-bagian rawan kebocoran (sambungan regulator dengan valve tabung, sambungan selang ke regulator dan kompor). Apabila terjadi kebocoran akan terjadi gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas ELPIJI
  9. Rangkaian Kompor ELPIJI siap dan aman untuk digunakan

Bagaimana jika tejadi kebocoran:

  1. Kebocoran ditandai dengan bau yang menyengat, kecuali jika seseorang mengalami gangguan penciuman. Namun bau ini juga akan tidak dirasakan lagi bila seseorang telah terpapar dengan bau ini dalam tempo tertentu.
  2. Segera sirkulasikan udara untuk mengurangi konsentrasi gas elpiji dalam ruangan. Jangan sekali-sekali mensirkulasikan udara dengan kipas angin listrik. Jika anda takut terjadi apa-apa selama anda, misalnya, membuka jendela-jendela ruangan,  jangan lakukan! 🙂 Segera tinggalkan ruangan dan panggil ahlinya.
  3. Jangan mematikan atau menyalakan listrik. biarkan apa adanya. Ada kemungkinan percikan listrik terjadi saat proses switching saklar listrik. Jika yakin posisi anda aman untuk mematikan listrik dari sekering utama, anda bisa lakukan. Bila tidak, jangan lakukan! Serahkan pada yang lebih ahli dan mengerti.
  4. Bila memungkinkan, lepas regulator dari tabungnya. Masalah akan selesai jika kebocoran akibat kesalahan regulator atau selang.
  5. Berikutnya tinggal menunggu udara normal kembali sebelum melanjutkan menyalakan kompor gas. Tentunya setelah semua kerusakan diperbaiki.

Sekali lagi disarankan, bila anda tidak yakin apa yang akan anda lakukan, JANGAN LAKUKAN! Lebih baik meminta bantuan yang lebih tahu untuk mencegah jatuhnya korban.

Beberapa tambahan tips sederhana:

  1. Ada baiknya selalu melepas regulator atau mematikan (bila ada) valve/keran saat ditinggal tidur atau bepergian. Beberapa kejadian ledakan terjadi di pagi hari akibat akumulasi kebocoran mulai malam hari. Penulis sendiri pernah mengalami kebocoran gas di malam hari di saat semua sedang tertidur lelap.
  2. Selalu sediakan seal cadangan. Seringkali seal bawaan tabung, walaupun baru kita beli, kondisi seal tidak baik. Seal cadangan ini bisa kita ambil dari seal tabung lama yang masih dalam kondisi baik. Lebih baik lagi bila kita bisa menyediakan beberapa seal baru yang bisa kita beli di toko kelontong seharga Rp 1000 per biji.

Semoga bermanfaat. Kalau ada tambahan tips atau kesalahan silakan dikoreksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word